Friday, August 3, 2018

Memahami Kecantikan Diri yang Unik

Memahami Kecantikan Diri yang Unik
JAKARTA, KOMPAS.com - Stereotip perempuan elok ialah bertubuh langsing, kulit mulus serta tinggi. Anggapan itu didengungkan berulang-ulang serta diamini sang sebagian besar perempuan. Padahal, elok memiliki aneka macam kriteria tidak sinkron.

Setiap perempuan telah memiliki kecantikan semenjak lahir, istilah dr Yassin Yanuar MIB, SpOG, MSc, CEO Bamed Health Care, klinik kesehatan yg juga memiliki spesialisasi spesifik perawatan kulit.

Mengusung semangat Embracing Realness, atau mendapatkan kecantikan diri, Yassin mengajak perempuan buat mendapatkan kecantikan yg telah ada di dalam diri masing-masing.

Untuk merepresentasikan konsep tersebut, Bamed Skin Care berkolaborasi dengan pegiat seni Monica Hapsari menampilkan instalasi seni bertajuk Bamed Skin Care X Monica Hapsari yg menghiasi sebagian besar dinding di Bamed Klinik yg berlokasi di Menteng Jakarta Pusat .

Secara spesifik, Monica memproduksi lima karya yg menafsirkan kecantikan secara luas, namun secara bersamaan menyebabkan kesan ekslusif, lantaran setiap pribadi ialah insan yg ekslusif.

Monica menampilkan tujuh karakter perempuan yg bhineka dalam lukisannya, mulai dari perempuan 'boyish' dengan merefleksikan sisi 'tomboy', independen, sangat secara umum dikuasai, idealis serta memiliki kepedulian dengan sesama; perempuan dengan menerangkan lahir di tubuh; perempuan dengan dengan hijab yg tidak terlalu membutuhkan riasan lantaran telah memiliki kulit sehat.

KOMPAS.com/KAHFI DIRGA CAHYA Be Strong, Be Independent, Be The Fire and Set The Goal karya Monica Hapsari di Bamed Skin Care, Menteng, Jakarta Pusat.Selain itu juga ada perempuan dengan kulit khas Asia; perempuan lanjut usia; perempuan dengan karakter Afro dari Indonesia Timur yg berciri rambut keriting, hitam namun permanen unik serta elok; serta perempuan bertubuh besar.

Semua karakter itu, istilah Monica, telah memiliki kecantikan masing-masing, sehingga tak perlu berubah mirip stereotipe perempuan elok di media.

"Kamu semua elok, terima diri apa adanya, berkarya saja. Karena kecantikan sebenarnya karya kita kan," istilah Monica ketika berbincang dengan jurnalis di acara Bamed Skin Care X Monica Hapsari di Jakarta Pusat, Kamis (7/5/2017).

Konsep embracing realness, berdasarkan Monica, dipercaya menjadi sesuatu yg berani serta harus dilakukan perempuan. Sebab konsep ini berusaha menentang pemikiran mudah soal kecantikan.

Menurut beliau, stererotip elok malah memproduksi perempuan dilanda tekanan. "Kadang kalau kita enggak langsing, aduh gimana nih stres banget. Kalau enggak tinggi, gimana nih. Itu mungkin berdasarkan poly orang enggak penting, tapi dapat bikin stres. Tapi sebenarnya perempuan akan baik-baik aja sih kalau tidak menjadi mirip itu," istilah Monica.

Lebih jauh lagi kalau diintrepretasikan, kesehatan memunculkan kecantikan perempuan, istilah Yassin. Dengan demikian, sangat vital buat permanen menjaga kesehatan kulit.

"Kalau kulit engkau cerah lantaran sehat, engkau akan percaya diri, engkau akan beraktivitas lebih baik, menjadi lebih happy, kualitas hidup semakin tinggi. Kalau engkau elok putih-putih saja tapi enggak sehat, buat apa," istilah beliau.

No comments:

Post a Comment