Saturday, August 8, 2020

Bobroknya Mentalitas Pengendara [OPINI]

Mana yang Anda pilih,  naik kendaraan (mobil atau motor) pribadi atau naik angkutan umum massal? Jawabannya terserah Anda. Kalau saya lebih memilih naik angkutan umum yang bersifat personal dan khusus seperti taksi online. Harganya memang sedikit mahal, tetapi nyaman. Setiap hari kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan raya. Penyebab  kecelakaan juga bervariasi. Namun,  secara umum faktor penyebab terjadinya kecelakaan lalu lintas lebih didominasi oleh bobroknya sebagian besar mentalitas pengendara di jalan raya.

Data Kepolisian Republik Indonesia menyebutkan bahwa sepanjang tahun 2015 lalu jumlah korban meninggal akibat kecelakaan lalu lintas di Indonesia mencapai 31.234 jiwa. World Health Organization (WHO) PBB memprediksikan, pada tahun  2030 kecelakaan lalu lintas bisa menjadi penyebab kematian terbesar nomor lima di dunia.

Mentalitas bobrok  bukan hanya milik pengendara, tetapi  juga segelintir oknum aparat polantas yang masih ‘menikmati’  pungli dan perilaku arogan di jalan raya.  Disisi lain, jumlah pengendara yang tidak disiplin semakin tinggi. Kendaraan umum yang tidak layak pakai pun semakin membludak.  Rambu-rambu lalu lintas banyak yang tidak proporsional penempatannya.

Terus terang, saya lebih baik menyimpan kendaraan pribadi saya di garasi rumah daripada tergores oleh senggolan kendaraan lain di jalan raya. Bahkan, saya lebih suka memakai jasa driver saat menggunakan  mobil pribadi. Hal itu saya lakukan karena banyak dampak positifnya, diantaranya ialah kendaraan (mobil/motor) saya tetap mulus, perjalanan jadi  nyaman dan aman, bisa tidur sejenak atau melakukan aktivitas seperti membaca selama perjalanan dan terhindar dari perasaan emosi terhadap sesama pengendara lain.

Seperti tertuang dalam Decade of Action for Road Safety PBB  Tahun 2010 lalu, seharusnya pemerintah Indonesia sudah menerapkan keamanan dan kenyamanan angkutan  umum sebagai alat transportasi massal. Hal ini sesuai dengan Pasal 203 UU No. 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan  yang berbunyi ‘Pemerintah bertanggung jawab atas terjaminya keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan.’

Lantas pertanyaannya ialah apakah pemerintah sudah bertanggungjawab terhadap keamanan, keselamatan dan kenyamanan konsumen pengguna transportasi massal? Secara pribadi, saya tidak terlalu banyak berharap soal kenyamanan, keselamatan dan keamanan berkendara di Jalanan, kalau sebagian besar mentalitas pengendaranya sudah bobrok. Namun, saya punya mimpi sederhana yang mungkin juga teramat sulit untuk diwujudkan yaitu kapan alat transportasi publik di Indonesia nyaman dan menjadi idola masyarakat? [Wawan Kuswandi]

www.Fb.Com/INDONESIAComment/

plus.Google.Com/ INDONESIAComment

#INDONESIAComment

Deenwawan.Photogallery.Com

Friday, August 7, 2020

Bisikan Hati [OPINI]

Dalamnya laut bisa diduga. Dalamnya hati siapa tahu. Sampai sekarang, peribahasa itu masih sangat popular dalam pergaulan sosial sehari-hari. Sejak ilmu pengetahuan ditemukan dan dipelajari manusia jutaan tahun lalu, hingga saat ini tak ada satu pun penemuan ilmiah yang bisa menjawab isi hati manusia. Setumpuknya penelitian yang dilakukan para ahli  dari berbagai disiplin ilmu untuk mengetahui isi hati manusia dalam konteks kehidupan hasilnya selalu nihil.

Sesungguhnya Tuhan dengan Maha Kuasanya telah menciptakan hati dalam tubuh manusia sebagai hadiah istimewa. Benarkah? Apa istiwewanya hati manusia? Tahukah Anda bahwa Tuhan menciptakan hati  sebagai ruang khusus bagi manusia untuk menyimpan jutaan rahasia pribadinya.

Itulah istimewanya hati. Rahasia hati manusia hanya Dia yang tahu. Tuhan menjadikan hati manusia sebagai sarana komunikasi manusia denganNya. Tuhan mengetahui secara pasti sikap dan perilaku jujur atau dusta manusia kepadaNya melalui hati manusia.

Sifat-sifat ?Unik? Yang ada dalam hati manusia memiliki daya tarik yang luar biasa. Ketidakmampuan manusia dalam menerka isi hati seseorang, pada akhirnya melahirkan aneka istilah yang dikaitkan dengan hati. Misalnya, sakit hati, jatuh hati, pilihan hati, suara hati, nyanyian hati, buah hati, keras hati dan simbol-simbol hati lainnya.

Sampai sejauhmana peran hati dalam hidup manusia? Apakah tindak-tanduk manusia lebih didominasi oleh otak (logika) atau hati (perasaan). Wooow … sungguh  sebuah pertanyaan sulit. Saya punya jawaban sederhana untuk menjawab pertanyaan di atas. Mudah-mudahan Anda puas.

Peran hati dalam diri manusia bersifat abstrak. Kalau pun peran hati dikonversi ke dalam sikap dan perilaku manusia, maka yang terlihat adalah sisi perspektif  humanis. Artinya, manusia harus berperilaku manusiawi dan bersifat sosial. Misalnya berbagi kebaikan dalam pergaulan sosial tanpa ada kepentingan apapun. Di sisi lain, logika manusia (cara berpkir),  acapkali dipenuhi oleh aneka ragam kepentingan  yang  bersifat individualis. Sekarang, mana yang Anda pilih,  selalu berpikir logis atau mendengarkan bisikan  hati? Salam teh tubruk hangat,  sruput dulu brooo ...[Wawan Kuswandi]

www.Fb.Com/INDONESIAComment/

plus.Google.Com/ INDONESIAComment

#INDONESIAComment

Deenwawan.Photogallery.Com

Gampangnya Menjadi Muslim Bodoh [OPINI]

Menjadi muslim bodoh termyata sangat gampang dibandingkan menjadi muslim cerdas. Status sebagai muslim bodoh menjadi pilihan favorit sebagian besar penganut agama islam di Jakarta. Bahkan, mereka bangga dengan predikat muslim bodoh. Lho kok bisa? Ya bisalah. Contoh kasus muslim bodoh yang beberapa waktu lalu sempat heboh dalam pemberitaan media massa ialah kaum muslim tidak mau menyolatkan jenazah muslim yang mendukung salah satu cagub DKI yang diduga penista agama.

Beberapa spanduk yang bersifat provokatif juga tersebar di beberapa masjid yang bertuliskan “masjid ini tidak menyolatkan jenazah pendukung penista agama’. Sebenarnya, agama tidak ada hubungannya dengan politik. Manusialah yang selalu merusak nilai-nilai agama karena kepentingan politik.

Sekarang Anda sudah paham khan. Jadi muslim bodoh itu sangat gampang. Pertanyaannya  ialah apakah muslim Indonesia memang berkeinginan menjadi muslim bodoh? Kalau memang menjadi muslim bodoh itu merupakan cita-cita penganut agama islam di Indonesia, maka secara pribadi saya  sangat prihatin. Setahu saya, semua manusia yang hidup di alam semesta ini, baik para penganut agama maupun kelompok yang anti tuhan (atheis),  umumnya mereka  bercita-cita menjadi manusia cerdas.

Lantas kenapa sebagian besar penganut agama islam di Indonesia bangga dan mau menjadi muslim bodoh? Apakah Anda termasuk orang yang lebih suka menjadi muslim bodoh? Silahkan Anda pikirkan baik-baik, saya mau nyicipin pisang goreng anget dulu dan menyeruput secangkir teh pahit. [Wawan Kuswandi]

www.Fb.Com/INDONESIAComment/

plus.Google.Com/ INDONESIAComment

#INDONESIAComment

Deenwawan.Photogallery.Com

Perilaku Sampah Pansus Angket KPK [OPINI]

Menyaksikan sikap dan perilaku  sebagian besar  anggota parlemen yang bermental pengecut di layar televisi sungguh mengasyikkan. Anggap saja seperti nonton opera sabun serial televisi Amerika atau menyaksikan sinetron stripping TV lokal. Setiap hari ada saja tokoh pengecut yang dilakoni ‘aktor politik’  Senayan. Setiap lakon yang dimainkan memiliki skenario sendiri-sendiri.

Judulnya juga terkadang lucu dan menggelitik. Contohnya ialah beberapa oknum anggota DPR RI yang tertangkap tangan KPK saat melakukan korupsi,  masih tidak mau mengaku alias membantah. Sejumlah anggota parlemen asyik tidur nyenyak di kursi rakyat saat rapat paripurna atau sidang pleno juga sudah sering terjadi. Bahkan, ada oknum angota parlemen tertangkap basah saat sedang  pesta  seks dan narkoba di hotel berbintang. Tidak sedikit pula oknum wakil rakyat ini melakukan pemerasan dan meminta saham kepada perusahaan asing maupun BUMN. Ada juga anggota DPR yang tidak mau melaporkan harta kekayaannya kepada LHKPN.

Kasus terbaru kelakuan sampah segerombol oknum anggota DPR ialah mereka ngotot membuat pansus angket KPK. Katanya sih, biar proses penegakkan hukum yang dilakukan KPK tidak menyimpang dari UU. Tapi apa benar begitu? Itu mah... Kalimat klise. Rakyat juga tahu apa yang menjadi motivasi mereka untuk membuat pansus angket KPK. Ujung-ujungnya mereka ingin ?Membunuh? KPK untuk melindungi komplotannya dalam merampok uang negara. Rakyat tidak boleh diam, pansus angket KPK harus dilawan dengan cara apapun. Lebih baik tidak ada anggota DPR, daripada keberadaan mereka justru membuat negara ini amburadul.

Sungguh memuakkan melihat tindak-tanduk komplotan oknum parlemen yang wara-wiri mempropagandakan pansus angket KPK ke berbagai media massa maupun sosial media. Penyimpangan sosial dan kelakukan bejad mereka merampok uang rakyat dalam proyek E-KTP tidak akan pernah berakhir karena mereka menantang perang KPK. Keberanian KPK menangkap oknum-oknum yang terlibat proyek E-KTP  tidak akan berpengaruh sedikit pun untuk mengubah mental rakus dan serakah mereka.

Jalan satu-satunya untuk menghancurkan komplotan perampok dana E-KTP ini adalah gerakan rakyat secara overall untuk mengepung gedung parlemen di Senayan dan mengadili secara langsung para perampok E-KTP serta membubarkan pansus angket KPK, sekaligus mencopot mandat mereka sebagai wakil rakyat.

Sudah selayaknya rakyat melakukan perlawanan frontal terhadap mereka kalau negara ini tidak mau hancur. Mulai hari ini dan seterusnya rakyat harus bertindak keras dengan berbagai cara untuk menyelamatkan negara dan bangsa. Satu kata untuk pansus angket KPK,  ‘RAKYAT SIAP  MELAWAN SAMPAI TITIK DARAH PENGHABISAN’. [Wawan Kuswand]

www.Fb.Com/INDONESIAComment/

plus.Google.Com/ INDONESIAComment

#INDONESIAComment

Deenwawan.Photogallery.Com

Thursday, August 6, 2020

Tangkap Koruptor Proyek E-KTP Atau Pengadilan Rakyat [OPINI]

Korupsi tak akan pernah berakhir di Indonesia, kalau pelakunya tidak ditangkap dan dihukum mati. Pelaku korupsi juga bukan orang miskin. Mereka rata-rata adalah anggota parlemen, pejabat negara dan pengusaha yang duitnya sudah lebih dari cukup. Contoh kasus teranyar soal mega skandal korupsi ini ialah proyek E-KTP yang merugikan negara lebih dari Rp 2 triliun.

Sejumlah wakil rakyat yang bercokol di Senayan memang sangat dikenal sebagai perampok ulung uang negara. Perilaku rakus dan serakah sudah menjadi gaya hidup mereka. Sandiwara yang dimainkan para koruptor ini sungguh-sungguh memilukan. Mereka selalu berteriak-teriak membela rakyat. Tapi, faktanya mereka merampok uang negara. Kejahatan keji ini tak bisa didiamkan, rakyat bersama KPK harus melawan oknum-oknum politisi yang semakin bejad.

KPK tak perlu takut menangkap oknum korup, rakyat siap mendukung dengan mengawal kasus ini hingga tuntas. KPK jangan hanya gembar-gembor menyebut nama atau menyelidiki oknum korup E-KTP, namun ujung-ujungnya kasus ini menghilang. Tangkap koruptor E-KTP atau rakyat akan mengadili sendiri para koruptor melalui pengadilan rakyat.

Selain menangkap para pelaku, KPK juga bertanggung jawab untuk mengumpulkan uang rakyat yang raib hingga lebih dari Rp 2 triliun. Kalau pun ada anggota parlemen yang sudah mengembalikan uang hasil korupsi E-KTPnya ke KPK, tidak berarti proses hukum terhenti. Hukum harus tetap ditegakkan sebagai panglima untuk menjaga kewibawaan negara dan melindungi negara dari komplotan perampok Senayan.  Bahkan,  kalau perlu  hukum mati para koruptor. [Wawan Kuswandi]

www.Facebook.Com/INDONESIAComment/

plus.Google.Com/ INDONESIAComment

#INDONESIAComment

Deenwawan.Photogallery.Com

RA Kartini Menangis

Suasana euforia terpancar dari wajah sejumlah pelajar SD di Jakarta ketika tubuhnya dibalut pakaian kebaya adat dan rambut bersanggul saat memperingati hari lahir RA Kartini tanggal 21 April setiap tahun. Namun sayang,  di hari kelahirannya  RA  Kartini (21 April 1879) justru malah Menangis.  Apa yang Kartini tangisi?

Kartini  terdiam. Wajahnya tertunduk lunglai. Dua bongkah airmatanya yang bening meleleh jatuh menyentuh bumi. Tak ada sepatah katapun keluar dari mulutnya. Saya terdiam. Perlahan pikiran saya menerawang mencoba mencari tahu apa yang membuat Kartini menangis sedih. Tampak, begitu pedih jiwa dan raga Kartini.

Gelap mulai  rapat memeluk malam. Simponi desir angin dan bebunyian binatang senja terdengar pelan menyambut jejeran kilauan bintang yang menari di langit. Dialog imajiner saya dengan Kartini tersendat. Saya tak sanggup lagi melanjutkan kongkow santai dengan tokoh emansipasi ini. Saya tak berani berkata untuk menyapu isak tangisnya.

“Maaf,…saya tidak bisa melanjutkan dialog ini,” suara lembut kartini terdengar lirih menyapu hening yang tak bertepi. Saya hanya menganggukkan kepala sekejab  tanpa berani memandang wajahnya.

“Saya akan menulis surat. Goresan pena ini sebagai pengganti dialog imajiner Anda dengan saya. Tolong sampaikan isi pesan surat ini kepada semua perempuan Indonesia,” ucapnya pelan. Saya  masih terdiam. Kartini mulai menulis di hadapan saya sambil sesekali suara isak tangis kecilnya merayap membelah sepi. Usai memberikan suratnya kepada saya, Kartini  pamit. Dia  berjalan gontai memasuki sebuah pintu besar berukir penuh cahaya yang menebarkan harum yang tidak pernah saya rasakan sebelumnya. Kartini menghilang dari pandangan saya.

Untuk Perempuan Indonesia …

Saya bersyukur menjadi putri bangsa Indonesia yang penuh warna. Saya percaya, perempuan Indonesia akan selalu menjadi perempuan sejati  dalam  keluarga. Pelihara dan jagalah  hak hakiki perempuan. Jadilah seorang ibu yang ikhlas membimbing moral anak-anak Indonesia yang kelak bisa  membawa kebermanfaatan hidup kepada sesama makhluk ciptaan Tuhan.

Dampingilah suami dengan tulus dan sabar. Dekatkanlah jiwa dan ragamu dengan ruh keluargamu. Jagalah dirimu dari gelombang persamaan hak dan drajat yang bisa melupakan kodrat keperempuananmu. Tunaikanlah kewajibanmu untuk keluarga. Ketahuilah bahwa emansipasi yang kutitipkan kepadamu  hanyalah sebuah proses pelepasan diri dari kungkungan budaya.

Emansipasi bukanlah sebuah  kebebasan dan persamaan hak yang terlampau jauh dan melampaui batas raga  seorang perempuan.  Jadilah perempuan Indonesia yang selalu berarti bagi keluargamu untuk selama-lamanya. Semoga Sang Maha Cahaya meridhoi semua perjalanan hidup perempuan Indonesia. Aamiin… Salam, RA Kartini. [Wawan Kuswandi]

Misteri Perempuan & Tidur

Tak banyak orang tahu bahwa antara perempuan dan tidur memiliki misteri yang sama. Berbagai kajian ilmiah terus digarap untuk mendapatkan jawaban. Hasilnya, hingga kini hubungan antara perempuan dan tidur masih menjadi teka-teki sepanjang zaman.

Setelah  membaca judul diatas, saya menduga mungkin ada aura negatif yang terbersit dalam pikiran Anda. Bagi saya, hal itu wajar saja karena menyangkut perbedaan persepi. Namun, saya berharap pikiran Anda tidak bergerilya menembus sesuatu yang berkonotasi kotor terhadap artikel ini. Tidur dan perempuan atau perempuan dan tidur sudah menjadi kata ‘pasaran’ dalam kehidupan manusia.

Seorang saintis dari England University of Technologi, Prof. DR Ray Meddis menolak keras sejumlah hasil penelitian ilmiah yang mengatakan bahwa waktu tidur ideal manusia adalah enam sampai delapan jam. Kualitas tidur tidak ditentukan oleh kuantitas waktu. Tidur berkualitas adalah tidur yang diawali  dengan mengantuk (dowsiness). Apa itu misteri tidur? Anda  tidak akan pernah tahu,  apakah Anda bisa  bangun kembali setelah tidur atau Anda akan pulang kepangkuanNya. Tidur membawa Anda dalam dimensi antara hidup dan mati. Ada malaikat ‘spesial’ yang memegang ‘remote’ perjalanan ruh Anda saat sedang tidur. Dalam kajian Ilmiah,  tidur berfungsi untuk menyehatkan dan menyegarkan fisik.

Nah, sekarang Apa misteri dari seorang perempuan?  Novel Sherlock Holmes dalam episode Skandal in Belgravia, penulis legendarisnya Sir Arthur Conan Doyle menyisipkan tokoh perempuan bernama Irine Adler. Perempuan itu berhasil mengalahkan Sherlock Holmes sekaligus membuat detektif ternama itu tergila-gila jatuh cinta kepadanya. Mengapa penulis memilih seorang perempuan untuk mengalahkan Sherlock Holmes? Karena perempuan adalah makhluk indah dan lemah yang sebenarnya kuat serta penuh misteri.

Perempuan memiliki kekuatan yang luar biasa. Ketika seorang perempuan melahirkan,  jiwa dan raganya berada dalam batas tipis antara hidup dan mati. Miliaran manusia penghuni bumi berasal dari rahim perempuan. Baik dan buruknya kehidupan manusia di alam semesta berawal dari sikap dan perilaku perempuan (ibu)  dalam mendidik  anak-anaknya.

Perempuan mampu mengurus anak, suami dan dirinya sendiri secara bersamaan dan dalam kondisi apapun. Misteri kehidupan bukanlah sesuatu yang harus ditakuti. Biarlah misteri antara perempuan dan tidur menjadi rahasia Tuhan yang wajib kita syukuri. [Wawan Kuswandi]